Rabu, 04 Januari 2017

Mengidentifikasi Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam Ragam Tulis Akademik

Bahasa adalah alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari—yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status—bahasa tidak dapat ditinggalkan.
Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.
Dalam berbagai tulisan ilmiah, bahasa sering diartikan sebagai tulisan yang mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan, penelitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu, menurut metode tertentu, dengan sistematika penulisan tertentu, serta isi, fakta dan kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. Bentuk-bentuk karangan ilmiah identik dengan jenis karangan ilmiah, yaitu makalah, laporan praktik kerja, kertas kerja, skripsi, tesis dan disertasi.
Ragam bahasa karya tulis ilmiah atau akademik hendaknya mengikuti ragam bahasa yang penuturnya adalah terpelajar dalam bidang ilmu tertentu. Ragam bahasa ini mengikuti kaidah bahasa baku untuk menghindari ambiguitas makna karena karya tulis ilmiah tidak terikat oleh waktu. Dengan demikian, ragam bahasa karya tulis ilmiah sedapat-dapatnya tidak mengandung bahasa yang sifatnya kontekstual seperti ragam bahasa jurnalistik. Tujuannya adalah agar karya tersebut dapat tetap dipahami oleh pembaca yang tidak berada dalam situasi atau konteks saat karya tersebut diterbitkan.
Masalah ilmiah biasanya menyangkut hal yang bersifat abstrak atau konseptual yang sulit dicari analoginya dengan keadaan nyata. Untuk mengungkapkan hal semacam itu, diperlukan struktur bahasa dan kosakata yang canggih.
Ciri-ciri bahasa keilmuan adalah kemampuaannya untuk membedakan gagasan atau pengertian yang memang berbeda dan strukturnya yang baku dan cermat. Dengan karakteristik ini, suatu gagasan dapat terungkap dengan cermat tanpa kesalahan makna bagi penerimanya.
Suharsono (2001) menyebutkan beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam karya tulis ilmiah berupa penelitian, yaitu :
  • Bermakna isinya
  • Jelas uraiannya
  • Berkesatuan yang bulat
  • Singkat dan padat
  • Memenuhi kaidah kebahasaan
  • Memenuhi kaidah penulisan dan format karya ilmiah
  • Komunikatif secara ilmiah
Ciri ragam bahasa tulis :
  • Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat
  • Pembentukan kata dilakukan secara sempurna
  • Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap
  • Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu
Sifat ragam bahasa tulis :
  • Cendekia
Bahasa yang cendekia mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama, sehingga gagasan yang disampaikan penulis dapat diterima secara tepat oleh pembaca.
  • Lugas
Paparan bahasa yang lugas akan menghindari kesalah-pahaman dan kesalahan menafsirkan isi kalimat dapat dihindarkan. Penulisan yang bernada sastra perlu dihindari.
  • Jelas
Gagasan akan lebih mudah dipahami apabila dituangkan dalam bahasa yang jelas. Hubungan antara gagasan yang satu dengan gagasan yang lainnya juga harus jelas. Kalimat yang tidak jelas, umumnya akan muncul pada kalimat yang sangat panjang.
  • Formal
Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ilmiah bersifat formal. Tingkat keformalan bahasa dalam tulisan ilmiah dapat dilihat pada lapis kosakata, bentukan kata dan kalimat.
  • Obyektif
Sifat obyektif tidak cukup dengan hanya menempatkan gagasan sebagai pangkal tolak, tetapi juga diwujudkan dalam penggunaan kata.
  • Konsisten
Unsur bahasa, tanda baca dan istilah, sekali digunakan sesuai dengan kaidah maka untuk selanjutnya digunakan secara konsisten.
  • Bertolak dari Gagasan
Bahasa ilmiah digunakan dengan orientasi gagasan. Pilihan kalimat yang lebih cocok adalah kalimat pasif, sehingga kalimat aktif dengan penulis sebagai pelaku perlu dihindari.
  • Ringkas dan Padat
Ciri padat merujuk pada kandungan gagasan yang diungkapkan dengan unsur-unsur bahasa. Karena itu, jika gagasan yang terungkap sudah memadai dengan unsur bahasa yang terbatas tanpa pemborosan, ciri kepadatan sudah terpenuhi.
Dalam penulisan ilmiah, bahasa merupakan hal yang terpenting. Oleh karenanya, kita harus menggunakannya dengan baik. Antara lain dengan cara sebagai berikut:
  1. Dalam hal penggunaan ejaan.
  2. Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh: Jika engkau pergi, aku pun akan pergi.
  3. Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan tak baku, sedangkan ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis tak baku.
  4. Dalam penulisan Singkatan dan Akronim. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh: Muh. Yamin, S.H. (Sarjana Hukum). Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda. Yth. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: DPR, GBHN, KTP, PT. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: ABRI, LAN, IKIP, SIM. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani.
  5. Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua
  6. kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. Contoh: Ada sekitar enam puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu.
  7. Dalam pemakaian tanda baca. Pemakaian tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik koma (,), tanda hubung (-), tanda pisah (_), tanda petik (”), tanda garis miring, (/) dan tanda penyingkat atau aprostop (’).
  8. Dalam pemakaian imbuhan, awalan dan akhiran.
Pada penulisan ilmiah juga sering terdapat kesalahan. Kesalahan pemakaian bahasa Indonesia dalam tulisan ilmiah pada umumnya berkaitan dengan:
  • Kesalahan penalaran
Kesalahan penalaran yang umum terjadi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kesalahan penalaran intra-kalimat dan antarkalimat.
  • Kerancuan
Kerancuan terjadi karena penerapan dua kaidah atau lebih. Kerancuan dapat dipilah atas kerancuan bentukan kata dan kerancuan kalimat.
  • Pemborosan
Pemborosan terjadi apabila terdapat unsur yang tidak berguna dalam penggunaan bahasa.
  • Ketidaklengkapan kalimat
Sebuah kalimat dapat dikatakan lengkap apabila setidaknya mempunyai pokok (subyek) dan penjelas (predikat).
  • Kesalahan kalimat pasif
Kesalahan pembentukan kalimat pasif yang sering dilakukan oleh penulis karya tulis ilmiah adalah kesalahan pembentukan kalimat pasif yang berasal dari kalimat aktif intransitif.
  • Kesalahan ejaan
Bahasa Indonesia telah mempunyai kaidah penulisan (ejaan) yang telah dibakukan, yaitu Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan atau lebih dikenal dengan istilah EYD. Kaidah ejaan tersebut tertuang dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. (Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia No. : 0543a/U/1987).
  • Kesalahan pengembangan paragraf.
Paragraf yang digunakan dalam tulisan ilmiah mempunyai tiga syarat, yaitu kesatuan, kesistematisan dan kelengkapan, serta kepaduan.
Dalam penulisan ilmiah—selain harus memperhatikan faktor kebahasaan—kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan tempat menampung ide. Dalam kaitan ini, kita harus memperhatikan ketepatan kata yang mengandung gagasan atau ide yang kita sampaikan, kemudian kesesuaian kata dengan situasi bicara dan kondisi pendengar atau pembaca.




* Sumber:
  1. http://elcom.umy.ac.id/elschool/muallimin_muhammadiyah/file.php/1/materi/Bahasa_Indonesia/Bab-3_Bahasa.pdf
  2. http://inparametric.com/bhinablog/down

TUGAS BAHASA INDONESIA 1


A.     Pengertian Karangan
Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu 
kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pikiran atau ungkapan 
perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.
Jenis-jenis karangan berdasarkan pengertiannya :
a.     Karangan Narasi adalah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa yang biasanya disusun  menurut  urutan  waktu. Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, otobiografi.
b.      Karangan Deskripsi ialah karangan yang menggambarkan atau melukiskan sesuatu seakan-akanpembaca melihat, mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.
c.    Karangan Eksposisi adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan, memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.
d    . Karangan Persuasi adalah karangan yang tujuannya untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.
e.      Karangan Argumentasi adalah karangan yang isinya  bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca  terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.
B.     Macam-macam karangan, sifat karangan dan bentuk karangan
Macam- macam karangan  adalah sebagai berikut :
·      Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif.
·     Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah.
·     Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.
·      Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
·      Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).
Bentuk dan Sifat Karangan
Sifat Karangan menurut beberapa para ahli adalah sebagai berikut : Istilah karya ilmiah dan 
nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
a.    Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti.
b.    Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
c.    Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian .Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semiilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semiilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah. Dengan kata lain, karangan semiilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semiilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semiilmiah.Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semiilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semiilmiah antara lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama. Karya  nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat, antara lain :
Emotif : merupakan kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi Persuasif : merupakan penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative Deskriptif : merupakan pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan Jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.
Macam –macam Karangan :
·      Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Istilah karya ilmiah di sini mengacu kepada karya tulis yang menyusun dan penyajiaanya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Dilihat dari panjang pendeknya atau kedalaman uraian, karya tulis ilmiah dibedakan atas makalah (paper ) dan laporan penelitian. Dalam penulisan baik makalah maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan dan kajian karya semacam itu didahului oleh studi pustaka dan lapangan. Karangan ilmiah ialah karya tulis yang memaparkan pendapat, gagasan, tanggapan, atau hasil penelitian yang berhubungan dengan kegiatan keilmuan. Jenis karangan ilmiah banyak sekali, diantaranya makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian. Kalaupun jenisnya berbeda-beda, tetapi kelima-limanya bertolak dari laporan, kemudian diberi komentar dan saran. Finosa dalam Alamsyah (2008:98), mengklasifikasikan karangan menurut bobot isinya atas tiga jenis yaitu: (1) karangan ilmiah; (2) karangan semi ilmiah atau ilmiah populer; dan (3) karangan nonilmiah. Yang tergolong karangan ilmiah antara lain makalah, laporan. Skripsi, tesis, dan disertasi; yang tergolong karangan semi ilmiah antara lain artikel, editorial, opini, feature, reportase; dan yang tergolong dalam karangan nonilmiah antara lain anekdot, opini, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama. Ketiga jenis karangan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Karangan ilmiah memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Adapun karangan nonilmiah adalah karangan yang tidak terikat pada karangan baku, sedangkan karangan semiilmiah berada diantara keduanya. Jadi, karya ilmiah didefinisikan sebagai karya tulis yang memaparkan ide atau gagasan, pendapat, tanggapan, fakta, dan hasil penelitian yang berhu-bungan dengan segala kegiatan keilmuan dan menggunakan ragam bahasa keilmuan.
Ciri-ciri Karangan Ilmiah :
o   Objektif  : Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
o   Netral     :  Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
o   Sistematis : Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
o   Logis       : Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
o   Menyajikan Fakta (bukan emosi atau perasaan) : Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
o   Tidak Pleonastis   : Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).
o   Menggunakan Ragam Bahasa Formal.

 Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri Karangan non ilmiah :
ü  ditulis berdasarkan fakta pribadi
ü  fakta yang disimpulkan subyektif
ü  gaya bahasa konotatif dan populer
ü  tidak memuat hipotesis
ü  penyajian dibarengi dengan sejarah
ü  bersifat imajinatif
ü  situasi didramatisir
ü  bersifat persuasif
ü  tanpa dukungan bukti

·    Karangan Semi Ilmiah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.
·   Karangan Ilmiah Populer merupakan karangan ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Ciri-ciri Karangan Ilmiah Populer :
-          Struktur
-          Komponen dan Subtansi
-          Sikap Penulis
-          Penggunaan Bahasa.
C.     Pengertian Metode Ilmiah, Tujuan Metode Ilmiah & Langkah-langkah Metode Ilmiah
a.       Metode Ilmiah merupakan suatu prosedur atau urutan langkah yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah. Metode ilmiah juga dapat didefinisikan sebagai cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran (Almadk ,1939).
Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. (wikipedia)
b.      Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah
-          Untuk meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, mengambil kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip yang ada.
-          Untuk mengorganisasikan fakta
-          Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
-          Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
-          Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
c.       Langkah-langkah Metode Ilmiah :
·         Perumusan Masalah, pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan factor-faktor yang terkait di dalamnya.
·         Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis Argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai factor yang saling mengikat dan membentuk konstelasi permaslahan. Disusun secara rasional berdasrakan premis-premis ilmiah yang teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor  empiris yang relefan dengan permasalahannya.
·         Perumusan hipotesis, jawaban sementara atau dugaan jawaban pertanyaanyang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan.
·         Pengujian hipotesis, pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
·         Metode/strategi pendekatan penelitian: Untuk menguji hipotesis maka peneliti memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai.
·         Menyusun instrumen penelitian: Langkah setelah menentukan metode/strategi pendekatan, maka peneliti merancang instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angket, pedoman wawancara, atau pedoman observasi, dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen agar instrumen memang tepat dan layak untuk mengukur variabel penelitian.
·          Mengumpulkan dan menganalisis data: Data penelitian dikumpulkan dengan Instrumen yang kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data dengan menggunakan alat-alat uji statistik yang relevan dengan tujuan penelitian atau pengujian secara kualitatif.
·         Simpulan: Langkah terakhir adalah membuat simpulan dari data yang telah dianalisis. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.
D.     Karangan Ilmiah tentang Timbangan Buku,Ringkasan, & Timbangan Pustaka
ü  Timbangan Buku : Pengertian dan Tujuan Resensi adalah tulisan timbangan suatu hasil karya atau wawasan tentang baik dan kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat dalam suatu karya. Resensi dapat pula diartikan sebagai suatu tulisan yang memberikan penilaian terhadap suatu karya baik fiksi maupun nonfiksi dengan cara mengungkapkansegi keunggulan dan kelemahannya secara objektif.
ü  Timbangan Pustaka
Adalah sama dengan kritik buku yaitu pertimbangan atau pendapat tentang baik buruk sebuah karya yang dapat disampaikan secara tertulis maupun lisan oleh siapa saja.
Halaman terakhir yang di buat untuk mengetahui data-data yang di ambil dari sumber-sumber yang ada dalam buku,majalah,komik,maupun dari internet.supaya pembaca dapat mengetahui dasar dari pembuatan buku ini supaya tidak di bilang copy paste/menjiplak karya orang lain.karena setiap mengambil data tidak mencantumkan sumber/penerpit/nama orang pengarang akan di kenakan pidana dalam pasal yang ada di indonesia.
ü  Ringkasan adalah penyajian karangan atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yag singkat dan efektif. Ringkasan adalah sari karangan  tanpa hiasan. Ringkasan  itu dapat merupakan ringkasan sebuah buku, bab, ataupun artikel. Fungsi sebuah ringkasan adalah memahami cara seseorang menyusun pikirannya dalam gagasan-gasan yang diatur dari gagasan yang besar menuju gagasan penunjang melalui ringkasan kita dapat menangkap pokok pikiran dan tujua penulisan.
E.      Karangan Ilmiah ( Skripsi, Thesis, Disertasi, Karangan Ilmiah Populer dan Jurnal )
a.       Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta- fakta empiris-objektif baik berdasarkan peneliian langsung (observasi lapangan ) maupun penelitian tidak langsung ( study kepustakaan) skripsi ditulis sebagai syarat mendapatkan gelar sarjana S1. Pembahasan dalam skripsi harus dilakukan mengikuti alur pemikiran ilmiah yaitu logis dan emperis.
b.      Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.
Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.
Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri sekalipun dipandu dosen pembimbing menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
c.       Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin Ilmu Pendidikan.
d.      Karya Ilimah Populer
Karya ilmiah populer  (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.
e.       Jurnal Ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review (penelaahan sejawat).
Jurnal ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala. (Hakim, 2012)



Referensi :
http://id.wikipedia.org
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2011/05/penulisan-ilmiah.pdf http://dianpurnamasari1004.wordpress.com/2013/04/02/karya-ilmiah-karya-non-ilmiah-dan-karya-ilmiah-populer/
http://myrifqy.blogspot.com/2013/10/pengertian-macam-sifat-dan-bentuk-dari.html




Rabu, 28 Desember 2016

Repair your skill

Skill atau kemampuan bisa di dapat dari bakat sejak lahir, dari kebiasaan yang kita lakukan, hobby, dll. Seperti bakat menyanyi, melukis, menari, membuat keramik, dsb. Skill ada yang diperoleh karena faktor genetik dari orang tua, atau ada juga yang diperoleh karena memperhatikan apa yang dilakukan oleh orang lain. Misal seorang anak berbakat dalam bidang seni karena orang tua dari anak tersebut adalah seorang musisi. Suatu skill juga dapat kita peroleh dengan cara berlatih terus menerus. Contoh seorang programmer yang ahli dengan coding, dia pasti sering sekali melakukan rutinitas yang berhubungan dengan coding.
Disini saya sudah membuat batasan-batasan yang berhubungan dengan “repair your skill”. Mari kita tilik satu persatu.
1.       Belajar kemampuan dari sebuah pengalaman
Kemampuan dapat kita peroleh dari sebuah pengalaman. Contoh sederhana saja semua manusia pada awalnya tidak ada yang bisa menulis, membaca, maupun menghitung. Namun, setiap manusia dilatih untuk melakukan itu semua dengan pengalaman di bangku sekolah atau pengalaman di latih oleh orang lain sehingga menjadikan manusia tersebut memiliki kemampuan untuk membaca.
Begitupula dalam bisnis. Seorang pengusaha yang pasti sudah memiliki kemampuan-kemampuan yang dimilikinya untuk menjadi seorang pengusaha. Kemampuan tersebut akan semakin bagus seiring dengan makin banyaknya pengalaman yang dimiliki sang pengusaha.
2.       Kesalahan adalah kemampuan
Pernahkan kita mendengar berita bahwa seorang pengusaha yang sangat ahli dalam bidangnya mengalami kebangkrutan? Atau seorang ahli strategi bisnis membuat sebuah rencana bisnis namun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang di inginkan? Tentu saja pernah. Apakah orang-orang tersebut tidak memiliki kemampuan di bidangnya? Oh tentu saja tidak. Mereka sangat ahli dalam bidangnya. Namun mengapa mereka mengalami hal tersebut? Ada banyak faktor. Contohnya ada faktor eksternal yang mempengaruhi management dan membuat semuanya tidak seimbang sehingga menyebabkan kerugian. Entah itu korupsi dari karyawan, biaya bahan produksi yang melonjak tinggi, atau bisa juga karena bencana alam.
Nah dari kesalahan-kesalahan yang ada, sang ahli tersebut dapat membuat solusi-solusi yang tepat untuk menghindari kerugian dan menjadikan kemampuan sang ahli tersebut semakin bertambah.
3.       Memahami kemampuan sendiri
Pernahkah kita mencoba memahami kemampuan kita sendiri yang bisa kita lakukan dengan sangat baik setiap kali kita melakukannya? Jika tidak, marilah kita mulai memahami kemampuan apa saja yang bisa kita lakukan dengan sangat baik. Lalu tentukan kemampuan apa saja yang signifikan dan mampu memberikan hasil positif bagi diri kita dan orang lain.
Contohnya anda hobby bermain motor dan anda suka sekali memodifikasi motor anda mulai dari mesin, body, aksesoris, airbrush, dsb. Atau juga bisa saja anda memiliki keahlian dalam berbicara kepada orang lain, dll.
4.       Mengembangkan kemampuan yang sudah di ketahui
Jika kita sudah mengetahui kemampuan apa yang kita miliki, cobalah kembangkan kemampuan tersebut secara tekun. Misal jika kita memiliki kemampuan dalam bidang komunikasi dan tulis menulis, kita bisa mngembangkannya dengan terjun kedalam dunia jurnalistik. Jika kita memiliki bakat sebagai seorang penyanyi, kembangkanlah bakat menyanyi kita dengan terjun kedalam dunia musik. Belajar dan berlatihlah terus menerus dengan bakat yang sudah kita ketahui. Sehingga bakat kita yang sudah ada akan menjadi semakin lebih baik dan kita akan menjadi semakin ahli dalam bidang tersebut.
Demikianlah artikel saya kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat... J

Mau beli vespa bekas?

Vespa yang sedang menjadi tren lagi masa kini menjadi barang yang bisa di bilang langka tapi juga bisa di bilang menjadi lifestyle bagi anak muda . beda dengan kendaran motor yang cenderung di buat pada era melenium bahkan sampai taun 2016 produk-produk sepeda motor masih di buat di pabriknya masing masing ,beda dengan motor vespa klasik yang sudah tidak di produksi masa kini , mau beli vespa yang udah bertaun lalu di buatnya bahkan di buat sebelum kita lahir ? gimana tipsnya?
  • Jangan melihat motor dari keadaan luarnya ketika kita ingin membeli motor tua khususnya vespa jangan dilihat dari keadaan luarnya saja. Biasanya si pembeli suka tertipu ketika melihat body motor itu mulus, mulus disini dapat diartikan cat yang menempel pada body itu masih sangat bagus dan bahkan indah di lihat. kita juga sebagai pembeli tidak mau kan motor itu hanya bagus dari luarnya saja tetapi mesinnya bobrok.
  • Kenalilah suara mesin motor tersebut Coba anda nyalakan terlebih dahulu motor tersebut, Motor vespa yang masih fress biasanya ketika di gas dalam keadaan masuk kopling itu akan menyentak dan suaranya halus tidak besar sendiri.
  • Periksalah kopling vespa tersebut. Setelah anda memeriksa suara, cobalah untuk memeriksa koplingnya. Jika dalam keadaan motor menyala koplingnya susah untuk di pindahkan ada kemungkinan gigi silang vespa tersebut sudah habis. Tapi kemungkinannya banyak juga lho bukan hanya gig silang aja. Bisa jadi dari bak perseneling, dari rumah kopling,dari kampas kopling dan bahkan dari tali koplingnya jadi banyak juga kemungkinannya. 
  • Periksalah kipas pada vespa tersebut terkadang ada juga lho penjual yang tidak memasang kipas pada vespanya. Ini mungkin dikarenakan sudah bertahun-tahun tidak digunakan atau bahkan lupa dipasang. Setelah anda memastikan kipasnya terpasang dengan benar, coba anda pegang kipas tersebut dan goyangkan sambil ditarik kedepan dan kebelakang, jika kipas pada vespa tersebut dapat digoyangkan kedepan dan kebelakang bisa jadi klaher pada vespa tersebut sudah tidak bagus lagi, klaher ini sangat penting untuk pengapian jika klahernya sudah tidak bagus lagi secara otomatis vespa yang masih memakai pengapian platina, platinanya ini akan cepat berubah. Dan yang pasti vespanya juga jalannya udah ga enak lagi.
  • Periksalah lubang hisapan Caranya nyalakan mesin vespanya,Kalau dalam keadaan mesin menyala bensin menyembur keatas melalui lubang spuyer yang besar itu berarti hisapan yang ada di dalam mesin sudah tidak bagus lagi ini berarti hisapan yang ada dalam mesin harus di bubut kembali.
  • Periksalah peralatan tambahan Biasanya ketika saya membeli vespa saya Tanya dulu peralatan tambahannya seperti halnya ban cadangan, dan kunci-kunci seperti kunci busy. Kalau vespa ga ada ban serepnya wah bisa gawat banget tuchh sahabat.
  • Periksa surat-surat Nah ini yang paling penting nih memeriksa surat-surat. Periksalah surat-surat tersebut seperti stnk dan bpkb. Samakan lah nomor mesin dan nomor rangka yang ada di stnk dan di bpkb. Setelah itu sama kan kembali no mesin dan no rangka yang ada di stnk dan bpkb dengan no rangka yang ada di rangka vespa dan di mesin vespa. Ini penting karena untuk proses balik nama dan perpanjang pajak. Yachhh walaupun banyak vespa yang pajak nya mati dan suratnya ga lengkap. Tapi tetep saja kita harus menjadi warga Negara yang baik dengan cara membayar pajak vespa kita dengan tepat waktu.


Demikian info dari saya semoga dapat membantu agan dalam memilih vespa impian :D

Pengangguran? Jangan menyerah!

Saat ini saya sedang berada dalam posisi pengangguran (sama seperti agan-agan yang sedang membaca mungkin hehehe), saya ingin berbagi beberapa hal yang saya lakukan dalam menjadi job seeker sampai akhirnya saya diterima di suatu perusahaan.
Hal yang pertama saya lakukan pada saat ingin melamar kerja adalah membuat CV (yaa iyaa lah ndro hehehe). Tips yang ingin saya berikan saat membuat CV adalah
  • Buat CV sedetail mungkin, mulai dari riwayat pendidikan, pengalaman kerja jika ada, pengalaman organisasi jika ada, job desk saat di tempat kerja sebelumnya, informasi pribadi seperti email, nomo telepon, skype atau google talk, dan foto terbaru.
  • Tips yang kedua adalah gunakan bahasa yang baik, jelas, padat, dan tidak bertele-tele. Kalian ngga mau kan kalau HRD langsung kick CV kalian karena bahasanya kacau?
  • Tips yang ketiga adalah gunakan foto terbaru yang close up dengan wajah tersenyum ramah (ceilah), supaya CV kita tidak kaku seperti kanebo kering, kita dapat mengakalinya dengan foto yang santai namun tetap close up. Namun jangan sekali-kali menggunakan foto selfie yang alay yaa guys. Karena itu akan membuat HRD langsung menolak CV kita.
  • Selanjutnya adalah jangan lupa membuat cover letter. Dalam cover letter kita dapat mendeskripsikan seperti apa pribadi kita secara singkat dan padat. Jika memungkinkan buatllah kop surat di cover letter tersebut, namun itu optional.
  • Selanjutnya adalah buatlah CV dalam format PDF dengan size yang tidak terlalu besar. Maksimal 1 MB.
  • Jangan lupa cantumkan keahlian yang agan miliki, hal ini menjadi standar penilaian HRD untuk memanggil agan-agan untuk interview atau tidak.

Setelah membuat CV seperti yang kita inginkan, jangan lupa juga untuk membuat CV online melalui portal lowongan kerja online seperti jobstreet.com, jobdb.com, jobindo.com, kallibr.com, dan lain lain. Hal ini sangat membantu para job seeker untuk menemukan pekerjaan impian tanpa harus jauh-jauh ke kantor perusahaan yang ingin dilamar. Jangan lupa juga untuk mengikuti berbagai test yang disediakan oleh portal online tersebut seperti test bahasa inggris, test problem solving, dan berbagai tips yang disediakan.

Demikian tips yang dapat saya berikan untuk agan-agan, semoga agan-agan sekalian cepat mendapatkan pekerjaan dan tidak menjadi pengangguran lagi. 

Rabu, 13 April 2016

SIG dalam data kekayaan sumber daya alam

Pemanfaatan dan penggunaan lahan merupakan bagian kajian geografi yang perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan dari berbagai segi. Tujuannya adalah untuk menentukan zonifikasi lahan yang sesuai dengan karakteristik lahan yang ada. Misalnya, wilayah pemanfaatan lahan di kota biasanya dibagi menjadi daerah pemukiman, industri, perdagangan, perkantoran, fasilitas umum,dan jalur hijau. SIG dapat membantu pembuatan perencanaan masing-masing wilayah tersebut dan hasilnya dapat digunakan sebagai acuan untuk pembangunanutilitas-utilitas yang diperlukan. Lokasi dari utilitas-utilitas yang akan dibangun di daerah perkotaan (urban) perlu dipertimbangkan agar efektif dan tidak melanggar kriteria-kriteria tertentuyang bisa menyebabkan ketidakselarasan. Contohnya, pembangunan tempat sampah. Kriteria-kriteria yang bisa dijadikan parameter antara lain: di luar area pemukiman, berada dalam radius 10 meter dari genangan air, berjarak 5 meter dari jalan raya, dan sebagainya. Dengan kemampuan SIG yang bisa memetakan apa yang ada di luar dan di dalam suatu area, kriteria-kriteriaini nanti digabungkan sehingga memunculkan irisan daerah yang tidak sesuai, agak sesuai, dan sangat sesuai dengan seluruh kriteria. Di daerah pedesaan (rural) manajemen tata guna lahan lebih banyak mengarah ke sektor pertanian. Dengan terpetakannya curah hujan, iklim, kondisitanah, ketinggian, dan keadaan alam, akan membantu penentuan lokasi tanaman, pupuk yang dipakai, dan bagaimana proses pengolahan lahannya. Pembangunan saluran irigasi agar dapat merata dan minimal biayanya dapat dibantu dengan peta sawah ladang, peta pemukiman penduduk, ketinggian masing-masing tempat dan peta kondisi tanah. Penentuan lokasi gudang dan pemasaran hasil pertanian dapat terbantu dengan memanfaatkan peta produksi pangan, penyebarankonsumen, dan peta jaringan transportasi. Selain untuk manajemen pemanfaatan lahan, SIG juga dapat membantu dalam hal penataan ruang. Tujuannya adalah agar penentuan pola pemanfaatan ruang disesuaikan dengan kondisi fisik dan sosial yang ada, sehingga lebih efektif dan efisien. Misalnya penataan ruang perkotaan, pedesaan, permukiman,kawasan industri, dan lainnya.
Inventarisasi sumber daya alam
Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan sumber daya alamialah sebagai berikut:
·         Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi, batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.
·         Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, misalnya:
·         Kawasan lahan potensial dan lahan kritis;
·         Kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak;
·         Kawasan lahan pertanian dan perkebunan;
·         Pemanfaatan perubahan penggunaan lahan;
·         Rehabilitasi dan konservasi lahan.
Untuk pengawasan daerah bencana alam
Kemampuan SIG untuk pengawasan daerah bencana alam, misalnya:
·         Memantau luas wilayah bencana alam;
·         Pencegahan terjadinya bencana alam pada masa datang;
·         Menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana;
·         Penentuan tingkat bahaya erosi;
·         Prediksi ketinggian banjir;
·         Prediksi tingkat kekeringan.
Bidang sosial
Selain dalam inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan pola pembangunan, SIG juga dapat dimanfaatkan dalam bidang sosial. Dalam bidangsosial SIG dapat dimanfaatkan pada hal-hal berikut:
·         Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.
·         Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.
·         Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.
·         Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.
·         Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran.
sumber : http://id.wikipedia.org